Ahad, 12 Februari 2012

terima kasih

Gua rasa gua terkena. Aaarrgghhhh, pedulikan. Gua cuba memberi dengan sempurna. Pelajaran yang gua lalui hari - hari, sedikit demi sedikit akan mematangkan gua jugak. Gua terima itu semua sebagai teman gua dalam penjelajahan ini. Tidak ada apa yang perlu gua tolak kerna itu sungguh bermakna untuk menidakkan keinginan gua. Kemahuan gua tetap akan diteruskan, dan cara gua akan terus dipergunakan hingga mencapai tahap yang memuaskan.

Terima kasih pada yang menegur. Itu sungguh bermakna, bukan penghalang atau melemahkan. Bersemangat sekali gua rasa. Okay, teruskan.

Terima kasih sekali lagi.

Ahad,
2:02am

Sabtu, 11 Februari 2012

kalian faham?

Pakwe : Hai
Makwe : Hai
Pakwe : Buat apa?
Makwe : Tak buat apa
Pakwe : Dah makan?
Makwe : Dah
Pakwe : Tak keluar?
Makwe : Tak
Pakwe : Duduk mana?
Makwe : KL (KL hanya sebesar Pantai Dalam)
Pakwe : Esok buat apa?
Makwe : Entah
Pakwe : Kerja mana?
Makwe : PJ (PJ hanya sebesar Kerinchi)
Pakwe : Kerja apa?
Makwe : Biasa - biasa jer
Pakwe : Cantik gambar
Makwe : Oh, thank you.
Pakwe : ......................
Makwe : .....................

Perbualan ditinggalkan begitu saja. Kalian faham kenapa? Cibs. Biar aku bermonolog daripada berbicara seperti ini. Biar pun lama masa, coraknya tetap begini. Membosankan cara hidup. Tiada balasan sewajarnya. Bukan meminta, tapi wujudkanlah suasana bernyawa, agar bisa disoal dan dibalas dengan ceria. Kita MELAYU bukan? Jadi mana melayunya? Tunjukkanlah. Apa guna malu. Mahu dilabel sombong? Atau saja mahu ambil hati. Untung aku bukan penagih. Cibs

Cuba kalian bayangkan. Hanya pakwe saja yang bertanya, dan makwe hanya tahu menjawab sepatah. Bosan bukan? Tiada suasana bukan? Lantaklah.

Aku siapa?

P/s - Pakwe makwe ini bukan couple. Hanya untuk membezakan jantina.

Sabtu,
2:35am

Jumaat, 10 Februari 2012

bosan

Ada orang benci,
aku peduli apa,
ada orang menyampah,
aku peduli apa,
ada orang mengata, mengutuk, mengeji,
tapi aku peduli apa,
ada orang hanya melihat,
aku peduli apa,
ada orang tak rela membaca,
sikit pun aku tak ambik kisah,
ada orang tak terniat pun,
lagi lah aku tak peduli,
ada orang kata "ah, ini bosan!"
ya, aku bosan dengan ngomelan kau,
tak habis - habis dengan keji,
kejilah sepuas mungkin,
kerna kau akan bosan dengan itu.

Memang ini bosan. Aku tidak pernah mengharap kalian baca apa saja yang tertulis di dalam ini kerna aku tahu semuanya tidak berupa, tidak beradab tapi punya cara dan tujuan. Kerna aku rasa itu saja gambaran yang sesuai tentang masa sekarang yang punya jiwa - jiwa memberontak dan syaitan - syaitan yang gah menjadi raja. Dia itu siapa? Aku tunjuk itu sebagai Iblis, dan si bongkak yang tertinggi hidungnya. Tiada kata seindah yang sesuai untuk dipeluknya. Aku kata najis makanannya, kerna dia permainkan peluh - peluh kita. Langsung aku ingin memijaknya dengan kata - kata jahanam lagi indah.

Sedar bukan semua? Bukan aku saja - saja.
Cukup sekadar menyinggah,
mungkin kamu akan suka,
atau menempelak orang gila gayanya,
itu bukan urusanku,
aku hanya melukis dengan kata - kata,
biar kamu nampak,
yang nafas ini bisa kita lihat.

Buka akal untuk melihat.

Jumaat,
2:39pm

pencuri

Sakitnya jiwa,
sakitnya,
parah kiranya hati ni,
aku fikir ada luka yang dalam,
bukan kerna cinta,
jauh sekali kerna cinta,
terkesima melihat diri dicabuli,
hingga luka - luka terkesan di jari,
"sungguh indah bahasa kamu"
"ciptaan sendiri atau plagiat karya?"
aku mampu untuk menulis,
walau tidak terkesan di jiwa,
aku bukan A. Samad Said,
aku bukan Zahiril Adzim,
dan aku bukan Fynn Jamal,
tapi aku beroleh idea untuk menghasilkan sampah,
jauh aku dengan mereka,
tak tercapai aku rasa,
aku cuba menjadi seorang.

Seakannya aku kekok untuk menerima kata itu,
walau ia hanya persoalan,
seperti tidak patut,
tidak patut sekali,
tidak mengapalah,
cemburu atau sempadan,
cabaran,
kental.

Aku.

Plagiat,
1:46am

Sabtu, 4 Februari 2012

pagi

Selamat pagi malam dan bintang,
malam yang sentiasa panjang,
membuat aku terdetik menunggu pagi,
dan aku masih menunggu hari,
sampai bila pun aku akan menunggu,
hingga ketemu dengan pagiku.

Cuaca indah dengan deruan mesin - mesin di jalanraya,
merupakan pelengkap waktu semasa,
dan aku masih baring menghadap sinar itu,
baring yang memungkinkan tidur kembali,
selamat kembali.

Salam pagi yang indah.

Sabtu,
8:34am

Jumaat, 3 Februari 2012

lepaskan

Tak semua yang kita impikan akan menjadi kenyataan, dan tak semua kenyataan akan menggembirakan kita. Kegembiraan yang dirasakan, tidak pasti akan kekal bersama kita atau akan terus pergi meninggalkan kita. Lepaskan kegembiraan itu, jadikan kenangan berpanjangan biar kita bertemu dengan sesuatu yang baru dan yang lebih baru, yang lebih menggembirakan kita, untuk meneruskan sisa hidup kita tanpa sesiapa menghalang kita.

Kita punya setiap kenangan.

P/s : Selamat hari lahir tuan tanah.

Memory,
2:31am

Sabtu, 28 Januari 2012

saya suka susu

Saya adalah comel sebab saya suka minum susu. Eh, sebenarnya saya baru jer suka minum susu. Baru jer lagi. Kawan saya cakap lelaki minum susu adalah comel, maka-nya saya adalah comel hendaknya. Kerapnya, saya ada misai putih lepas minum susu, tapi saya bukan kucing. Suka-nya saya pada susu sekarang ibarat susu yang tidak dapat dipisahkan daripada badan seorang wanita. Susu itu sedap, tapi kenapa saya baru nak suka minum susu. Terima kasih kepada kawan saya sebab cakap saya comel. Eh, dia cakap lelaki yang comel bila minum susu, bukan saya. Terbuktinya, saya adalah seorang lelaki.

Terima kasih kawan saya.

Love,
11:04pm

Selasa, 24 Januari 2012

buntu

Entri kedua di tahun baru,
seperti ketiadaan bicara mau ditempikkan,
duduk - duduk dan termenung,
seribu batu pandangan - pandangan,
ke depan tanpa sempadan,
kutepuk tangan menyapu muka yang kasar,
mengeluh membenci kebuntuan fikiran,
kujamah santapan angin,
dijamah kegelapan,
di bawa ke dalam memenuhi ruang fikiran,
aarrggghhhhh,
tiada apa terjadi katanya,
aku cuma bisa termenung melihat kotak laptop ini,
tanpa hadirnya sepatah kata,
hanya jemari menekan tanpa paksa.

Ku biarkan ia berterusan hingga ke titik terakhir,
mungkin wujudnya satu cerita,
tanpa pengetahuan benakku,
aku biarkan cerita.

Habuk yang dulunya aku hilangkan,
kini muncul kembali,
semakin menusuk - nusuk tebal hidungku,
oh, aku lupa tentang titik terakhir,
okay, aku akhirkannya di sini,
di sini di mana aku mengakhirkannya,
titik.

Tepian rimba,
8:35pm

Ahad, 22 Januari 2012

laras

Bahasaku diindah dengan sampah,
bahasaku dipalit dengan ludah,
bahasaku dilampir dengan sial,
langsung aku rasa itu cerita sesuai,
alangkah cilaka pandangannya,
membentuk cerita dan kisah,
objek yang menjadi mata,
ditarik hati umat manusia,
penodaan nafsu berleluasa,
dicabuli masa - masa kosong,
dicurangi jiwa - jiwa bernafsu,
nafsu yang akan menjadi raja,
itulah aku katakan sialnya,
diludah dengan cemuh - cemuh,
ibaratnya sampah dalam kewujudan manusia,
ada yang membenci,
meludah muka ini dengan najis,
keliling aku diberaknya,
hanya sampah pandangannya,
kisahnya aku tiada apa,
langsung aku biarkan dengan sahaja,
melayan aku tidak sekali,
kerna aku cuma aku,
hanya aku menggunakan cipta aku.

Kita tidak perlu menjadi seseorang untuk menunjukkan diri kita. Cukuplah sekadar ada.

Ledang,
10:26

Isnin, 26 Disember 2011

love

"declare your love before it's too late"

tigaempatpuluh,
3:40pm